Selamat Datang di LEKADnews, Media Informasi dan Interaktif Kerjasama Antardaerah Kab/Kota di Indonesia. Saran dan Pesan atau Komentarnya Sebelum Meninggalkan Situs ini....Info terkait Inisiasi Regional Management Hubungi Kami di 085215497331 atau Shar ke Website NGO Lekad di www.lekad.org...KERJASAMA JADI MUDAH DAN EFEKTIF...Terima Kasih.
LEKAD Sebagai lembaga yang telah berpengalaman dalam kajian, fasilitasi, publikasi dan pelatihan dibidang kerjasama daerah sejak 2005 menawarkan Pelatihan Pedoman Dasar Perencanaan Dan Pengembangan Kerjasama Antar Daerah Kewilayahan. Pelatihan ini akan diselenggarakana pada: Hari Rabu s/d Jumat 27-29 April 2011, Bertempat di Graha Wisata Kuningan, Jl. H.R Rasuna Said Kuningan, Jakarta_ Info Silakan Kontak Wilda (081314246402) atau H.Asrul Hoesein (085215497331) Terima Kasih.

Jumat, 01 April 2011

Pelatihan Kerjasama Pulau Sumbawa, NTB

Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB_dok.Lekad

Sumbawa,NTB_Lekad (30 November–2 Desember 2009); Kerjasama antar daerah dengan konsep Regional Management di wilayah Pulau Sumbawa telah diinisiasi sejak tahun 2007, dan telah dituangkan dalam suatu perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh masing-masing Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Dalam rangka mendukung inisiasi ini, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) bersama dengan LEKAD melaksanakan Pelatihan SKAD guna memfasilitasi daerah terkait untuk mampu menciptakan suatu perencanaan kerjasama yang kokoh, meliputi penentuan faktor perekat kerjasama antar daerah, penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Aksi.
Dalam perencanaan suatu kerjasama, faktor perekat kerjasama merupakan kunci penting yang berpengaruh pada kelancaran pelaksanaan kerjasama ke depannya. Ada beberapa sektor potensial yang berhasil dipetakan, di antaranya sektor peternakan dan pariwisata. Peternakan selama ini menjadi sektor yang paling diperhitungkan di Kawasan Pulau Sumbawa, bahkan Program “Sejuta Sapi” dicanangkan dalam rangka mengembangkan sektor unggulan ini. Walaupun peternakan merupakan sektor unggulan, namun dari pelatihan ini sektor pariwisata teridentifikasi sebagai sektor yang sangat penting dan potensial untuk dikembangkan bersama melalui kerjasama untuk kawasan Pulau Sumbawa. Terkait dengan pengembangan pariwisata tersebut, pembangunan infrastruktur serta upaya pemasaran wisata menjadi hal yang masih sangat perlu diupayakan.

Sektor pariwisata teridentifikasi sebagai faktor perekat kerjasama di Kawasan Pulau Sumbawa, dan bukan sektor peternakan yang merupakan sektor unggulan. Hal ini dikarenakan sektor peternakan telah mendapat perhatian dan porsi besar pada masing-masing Kabupaten/Kota, khususnya dalam program dan penganggaran, sehingga dinilai bukan prioritas untuk dikembangkan melalui kerjasama. Sedangkan untuk sektor pariwisata, masing-masing wilayah anggota Kawasan Pulau Sumbawa memiliki potensi ini, namun dirasa masih tertinggal dibandingkan sektor pariwisata di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Untuk mengembangkannnya, ada kebutuhan kerjasama, dalam rangka menggalang kekuatan yang lebih besar untuk dapat bersaing dengan pariwisata di luar Kawasan Pulau Sumbawa.
Sama halnya dengan kendala pembangunan pada berbagai wilayah di Indonesia secara umum, untuk Kawasan Pulau Sumbawa sendiri terkendala dalam hal pendanaan, khususnya investasi. Perhatian besar terhadap Infrastruktur yang teridentifikasi dalam pelatihan juga erat kaitannya dengan upaya untuk meningkatkan investasi yang masih sangat diperlukan di sana.
Antusiasme peserta terhadap praktik Regional Management sangat jelas terlihat dari diskusi simulasi model kelembagaan Regional Management. Dalam simulasi ini peserta ditempatkan ke dalam posisi kelembagaan yang memiliki kedudukan dan fungsi yang berbeda. Melalui simulasi ini, peserta semakin memahami kelembagaan Regional Management yang sesungguhnya. Di samping itu, partisipasi aktif juga terlihat pada akhir sesi, saat diskusi penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Aksi, di mana pada tahap ini peserta dibagi-bagi dalam kelompok kerja, yang masing-masing aktif memberikan masukan dalam rangka menyempurnakannya.
Pelatihan Kerjasama Pulau Sumbawa_dok.Lekad
Pelatihan tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan institusi lokal maupun nasional, antara lain dari Dinas Peternakan, dan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta Bappenas dan Depdagri. Yang menarik, turut hadir pula salah satu tim LEKAD yang juga merupakan eks-Regional Manager untuk RM. Barlingmascakeb (Jawa Tengah), DR. Restyarto Efiawan, SE, MM, yang secara luas memberikan pengalamannya selama mengelola RM. Barlingmascakeb. Respon positif terlihat selama sharing pengalaman ini dilakukan, yang disampaikan dalam suatu tanya jawab interaktif.

Dari serangkaian kegiatan pelatihan telah menyiratkan harapan dari masing-masing Kabupaten/Kota untuk membawa Kawasan Pulau Sumbawa lebih maju dan berdayasaing melalui kerjasama. Mari dukung dan tunggu aksi mereka dalam mewujudkannya ... (HK)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Partisipasinya di Lekad News....Sukses untuk Anda